Rabu, 08 Juni 2011

profil desa tertinggal di Kabupaten Karo

Kajian Sosiologis Mengenai Desa Tertinggal
(Desa Mburidi, Kabupaten Karo)
O
L
E
H
Salmen Sembiring
2010

PENDAHULUAN
Indonesia sebagai negara berkembang sudah tentu memiliki banyak desa yang masih tertinggal atau belum maju. Hal ini berkaitan dengan proses pembangunan yang sedang atau yang sudah dilakukan di Indonesia, juga terkait dengan berbagai kebijakan public yang dibuat dan diimplementasikan oleh pemerintah yang memegang kekuasaan. Seperti pada masa Orde Baru misalnya, kebijakan sentraisasi pembangunan menyebabkan kesenjangan yang cukup signifikan antara pulau Jawa dengan pulau-pulau lainnya terutama Papua, Sulawesi, dan Kalimantan. Jawa identik dengan daerah industrial sedangkan daerah lain hanya berkembang secara perlahan dengan ekonomi pertaniannya.
Sebanyak 32.379 desa di Indonesia masuk dalam kategori desa tertinggal. Sebagian besar dari desa tersebut berada di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Jumlah desa tertinggal sebanyak 45 persen atau hampir separuh dari jumlah desa di Indonesia yang mencapai 70.611 desa. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya, desa yang masuk dalam kategori desa tertinggal berjumlah 1.886 desa. Sebagian besar berada di Kabupaten Manggarai yakni dari 254 desa, 229 di antaranya merupakan desa tertinggal. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian tengah, desa tertinggal banyak terdapat di pulau Kalimantan. Di Kalimantan Barat dari 1.530 desa, 944 di antaranya merupakan desa miskin. Begitu pula di Kalimantan Tengah. Di provinsi ini dari 1.531 desa, 1.005 di antaranya masuk kategori desa tertinggal. Kondisi terparah berada di Kabupaten Murung Raya, yakni dari 118 desa 109 di antaranya juga merupakan desa tertinggal.
Sedangkan di wilayah Indonesia bagian barat, desa tertinggal banyak terdapat di Provinsi Sumatera Selatan. Dari 2.778 desa yang ada, sebanyak 1.535 desa (55,26%) masuk dalam kategori desa tertinggal. Sementara untuk Pulau Jawa, desa tertinggal paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Timur. Di Kabupaten Sampang dari 186 desa yang ada, 143 di antaranya juga masuk dalam kategori desa tertinggal. Sedangkan di Kabupaten Bondowoso lebih dari 50 persen desa yang ada juga merupakan desa tertinggal. Data ini kita peroleh dari data potensi desa 2005 di Badan Pusat Statistik. Banyak faktor yang dijadikan sebagai tolok ukur suatu desa masuk dalam kategori desa tertinggal. Faktor-faktor itu adalah ketersediaan jalan utama desa, lapangan usaha bagi mayoritas penduduk, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas komunikasi, kepadatan penduduk per km2, sumber air minum, sumber bahan bakar, persentase penggunaan listrik dan persentase pertanian.
Sebanyak 2.717 desa atau perkampungan yang ada di Sumatera Utara tergolong desa atau perkampungan tertinggal. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.899 terletak di kawasan yang bukan tertinggal dan 800 lebih berada di kawasan yang memang tertinggal. Penyebab ketertinggalan tersebut masih didominasi persoalan infrastruktur jalan yang menghubungi daerah tersebut dengan dunia luar. Kondisi ini diperparah jalan di Sumatera Utara yang rusak berat. Sebagian besar kawasan tertinggal berada di daerah perbukitan dan pesisir pantai. Bappeda Sumatera Utara mencatat dari 25 kabupaten/kota terdapat enam kabupaten yang masih tergolong tertinggal. Yakni Kabupaten Toba Samosir, Dairi, Pakpak Barat, Tapanuli tengah, Nias, dan Nias Selatan.
Kabupaten Karo bukanlah daerah yang termasuk ke dalam kabupaten yang tertinggal, namun masih ada beberapa desa yang dapat dikategorikan tertinggal dibandingkan dengan desa-desa yang lain di Kabupaten Karo itu sendiri. Desa-desa yang tertinggal di Kabupaten Karo ini terutama yang berada pada daerah perbatasan seperti Kecamatan Juhar dan Kecamatan Mardingding(berbatasan dengan Langkat dan Aceh) sedangkan daerah yang berbatasan dengan Simalungun, Deli Serdang dan Dairi sudah tidak layak dikatakan sebagai daerah tertinggal.
Kabupaten Karo, daerah dengan aktivitas perekonomian utamanya adalah pertanian dinyatakan pemerintahnya bukan lagi sebagai kabupaten yang tertinggal. Kabupaten yang berada di Dataran Tinggi Karo ini ternyata masih memiliki beberapa desa yang sebenarnya masih dapat dikatakan sebagai desa yang tertinggal terutama di Kecamatan Juhar, Kuta Buluh dan Mardingding (daerah perbatasan dengan kabupaten atau Provinsi Aceh) salah satunya adalah Desa Mburidi di Kabupaten Karo.
PEMBAHASAN
Desa Mburidi, Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo berjarak sembilan belas kilo meter dari Kuta Buluh (ibu kota kecamatan). Untuk menempuhnya dari ibu kota kecamatan dilakukan dengan mobil jeep selama kurang lebih tiga jam perjalanan dengan bayaran Rp.15.000,- per orang dan belum termasuk ongkos barang. Jumlah rumah tangganya kurang lebih 160 kepala keluarga dan sekitar 900 jiwa penduduk dengan mayoritas penduduk adalah 95% suku Karo dan sisanya suku lain. Agama yang dianut adalah Islam, Kristen dan Pemena.
Kegiatan perekonomian masyarakatnya adalah bertani dan beternak. Dengan jarak yang cukup jauh ke ibukota kecamatan dan ibukota kabupaten maka warga membeli barang-barang kebutuhannya hanya sekali dalam seminggu yaitu pada hari rabu ke pasar Kuta Buluh. Jalan menuju desa ini sangat rawan yaitu belum tersentuh aspal melainkan batu-batuan yang tidak teratur, terjal dan di sisi jalan adalah jurang yang dalam. Dibanding dengan tiga desa lainnya sebagai jalur yang harus dilewati menuju desa ini, maka Desa Mburidi dapat dikategorikan desa yang masih sangat tertinggal, seperti Desa Kuta Buluh, Kuta Male dan Arih Tenggalan. Ketiga desa ini infrastrukturnya sudah dapat dikatakan sudah cukup baik yakni jalan desa yang di aspal, rumah-rumah warga telah dimasuki oleh PLN dan air PAM.
Lain halnya dengan Desa Mburidi, jalan menuju desa yang masih terdiri dari bongkahan batu, belum dimasuki oleh listrik Negara dan dengan sekitar 160 kepala keluarga hanya memiliki tiga unit kamar mandi umum yang dipergunakan oleh seluruh warga desa tekadang warga memanfaatkan sungai yang berada tidak jauh dari desa untuk keperluan MCK. Listrik yang ada di Desa Mburidi hanya memakai pembangkit listrik tenaga surya atas sumbangan negara lain. Pasokan listrik ini hanya cukup digunakan oleh warga hanya untuk penerangan saja, sedangkan untuk televisi dan radio tidak mencukupi. Oleh karena itu akses informasi ke desa ini sangat terbatas yakni dari warung kopi yang menghidupkan televise dengan genset mereka.
Mengenai pendidikan, di desa ini hanya memiliki satu unit sekolah dasar (SD), sedangkan untuk melanjutkan ke jenjang SMP dan SMA harus ke ibukota kecamatan atau ibukota kabupaten di Kaban Jahe. Penduduk Desa Mburidi rata-rata hanya tamat sekolah dasar, alas an rata-rata penduduk untuk tidak melanjut adalah mengenai jauhnya perjalanan yang harus ditempuh karena infrastruktur jalan yang tidak bagus.
Sekalipun agama modern (Islam dan Kristen) telah masuk ke desa ini, kebanyakan warganya juga masih mengikuti kegiatan-kegiatan agama tradisional(agama Pemena) yaitu terlihat dari budaya erpangir ku lau yang masih sering dilakukan oleh warga Desa Mburidi.
Pandangan Charles H.Cooley dan W.I Thomas
Cooley menjelaskan bahwa konsep diri manusia tidak semata-mata sebagai warisan biologis semata melainkan juga sebagai bentukan lingkungan sosialnya. Kepribadian individu akan sangat dipengaruhi oleh pandangan orang orang di sekitarnya mengenai siapa dirinya, dan konsep diri ini terbentuk oleh proses komunikasi interpersonal yang terus berlangsung. Perasaan diri seseorangg sering diperpanjang ke berbagai kelompok dimana mereka adalah bagian dari kelompok tersebut. Orang-orang akan berbicara “keluarga saya”, “desa kami” dan lainnya. Dalam hal ini orang-orang mendefinisikan diri mereka dengan suatu kelompok tentang kemauan bersama, pandangan , pelayanan dan lainnya.
Masyarakat Desa Mburidi adalah masyarakat homogeny Karo yang masih mengadopsi nilai tradisi lama suku Karo. Suku Karo yang tradisional tidak memiliki keinginan untuk hidup bermewah-mewahan atau hanya sekedar cukup makan. Desa Mburidi yang memiliki keterbatasan akses baik dengan desa lainnya karena infrastruktur yang tidak menjanjikan sehingga kepribadian generasi berikutnya juga sama dengan generasi sebelumnya yakni mereka mendefinisikan diri mereka sebagai Karo tradisional yang cukup hidup dari pertanian mereka, tidak perlu pendidikan tinggi, tidak perlu barang-barang mewah dan sebagainya.
Institusi social menurut Cooley hanyalah merupakan pandangan umum atau pikiran orang banyak seperti kebiasaan-kebiasaan dan symbol-simbol. Pandangan umum muncul dari komunikasi interpersonal, jadi semakin banyak jumlah orang yang melakukan komunikasi interpersonal maka semakin kaya juga nilai umum suatu institusi social. Perasaan diri seseorang akan dinyatakan dalam perilaku yang Nampak. Masyarakat Desa Mburidi yang jarang ke luar dari desanya menyebabkan arus informasi dari luar sangat minim jadi warga desa pada akhirnya nyaman dengan nilai-nilai atau pandangan lama mereka.
Sejalan dengan Cooley, Thomas juga berpendirian bahwa perilaku manusia bukanlah sebagai refleksif atas stimulus lingkungan semata karena manusia mengawali tindakannya dengan tahap pengujian dan pertimbangan yang disebutnya sebagai definisi situasi. Masyarakat mendefinisikan beragam situasi berdasarkan apa yang mereka alami selama proses sosialisasi. Definisi social mencerminkan nilai-nilai serta tujuan bersama daripada masyarakat. Analisa situasi Thomas memberikan sumbangan untuk melihat pentingnya perbedaan budaya atau subkultur dalam definisi-definisi yang diakui.
Seperti yang dijelaskan oleh Thomas dimana individu itu akan berperilaku sesuai apa yang mereka definisikan tentang diri mereka. Sekali lagi intensitas interaksi sangat mempengaruhi hal ini. Jika semakin beragam masyarakat maka semakin banyak pula situasi yang dapat didefinisikan. Warga Desa Mburidi yang dihuni oleh komunitas homogeny yakni Suku Karo mendefinisikan diri mereka adalah warga desa, petani, tidak perlu pendidikan dan sebagainya.
Menurut pandangan kedua teoritisi ini, intensitas interaksi dan jumlah orang-orang yang berinteraksi sangat mempengaruhi kekayaan pikiran dari individu. Kekayaan pikiran individu ini juga akan mempengaruhi kekayaan pikiran masyarakat atau institusi social masyarakat desa. Arus informasi dari luar, sarana infrastrukstur dan lainnya semuanya merupakan pendukung dari kekayaan pemikiran dari masyarakat desa yang masih tertinggal. Dalam hal ini juga perlunya agen tertentu atau kebijakan pemerintah tertentu untuk meratakan perkembangan desa-desa yang ada di seluruh Negara.

PENUTUP
Kesimpulan dan Saran
1. Kabupaten Karo yang bukan masuk dalam kategori kabupaten tertinggal masih memiliki desa desa yang tertinggal seperti daerah Kuta Buluh, Mardingding dan Juhar.
2. Desa Mburidi adalah salah satu desa yang masih dapat dikatan tertinggal dibanding dengan desa-desa yang ada di sekitarnya.
3. Infrastruktur yang tidak mendukung menyebabkan Desa Mburidi tertinggal dari desa-desa lainnya. Infrastruktur desa tidak mendukung masyarakat untuk berinteraksi secara intens dengan masyarakat luar desa.
4. Nilai-nilai tradisonal Karo masih melekat dalam warga Desa Mburidi sehingga mereka kuarng peduli terhadap nilai-nilai modern.
5. Perlunya kebijakan pemerintah atau perlunya agen untuk mengubah pola pikir dari masyarakat desa tertinggal. Hal yang terutama adalah pemerataan pembangunan infrastruktur jalan dan sarana informasi dan komunikasi.

Sumber Referensi
Hambali Batubara.2006. Desa Tertinggal di Sumatera Utara Mencapai 2.717. http://niasbarat.wordpress.com/2007/06/18/sebanyak-2717-desa-tertinggal-di-sumut/ (Dikutip pada 18 Mei 2011)
KenYunita.2006. 45% Desa di Indonesia Masuk Kategori Desa Tertinggal . .http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/09/tgl/12/time/163933/idnews/673876/idkanal/10. (Dikutip pada 18 Mei 2011)
Dana Tarigan.2009. Potret Desa Karo:Mburidi. Tabloid Sora Sirulo Edisi XXXIII. Green Medan: Medan.
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Raja Grafindo: Jakarta.
Sunarto, Kamanto.1988. Pengantar Sosiologi Edisi Revisi. FE-UI press: Jakarta.

Jumat, 15 Oktober 2010

PANDUAN PERAWATAN JERUK USIA 5 TAHUN
(1/4 HEKTAR ATAU 178-200 BATANG)
(Berdasarkan Standar Prosedur Operasional AMARTA-USAID)
1. Pengapuran
Pemberian dolomite(sebaiknya dengan mesh 100)
- Januari(dua minggu sebelum panen)
- Agustus(dua minggu sebelum panen)
- Kebutuhan dolomite 1kg/batang ditabur dua kali;januari dan agustus
- Jumlah batang 178 X 1kg=178 kg ditabur sekitar bawah tudung batang jeruk.
2.Pemupukan
2.1. Merangsang Tunas(N+K+B)—JANUARY DAN AGUSTUS
Pupuk yang digunakan adalah Urea, ZA, ZK(SOP), Kiesriet, Borat
- Urea 500 gr/btg/6bln—penaburan dalam sekali 166gr/btg total kebutuhan 166grX178btg= 29.548gr atau 30 kg.—30kgX Rp.@2800=Rp.84.000,- (urea sebaiknya berjumlah 250gr/btg)
- ZA 1000gr/btg/6bln—penaburan untuk sekali 333gr/btg total kebutuhan 333grX178btg=59.274gr atau 60 kg.—60kg X Rp.@1600=Rp.96.000,- (sebaiknya pada saat ini ZA diberikan sebanyak 500gr/btg)
- ZK/KCl/SOP 500gr/btg/6bln—penaburan untuk sekali 166gr/btg total kebutuhan 166grX178btg=29.548gr atau 30 kg—30kg X Rp@10.000=300.000,-
- Kiesriet 100gr/btg/6bln—penaburan dilakukan hanya dua kali jadi setiap penaburan 50gr/btg—total kebutuhan 50grX178btg=8.900gr atau 9 kg.—9kgXRp.@4000=Rp.36.000,- (pada saat ini kiesriet bisa tidak ditabur).
- Borat/boron 15gr/btg/6bln—penaburan hanya sekali—total kebutuhan 15grX178btg=2670gr atau 2,5 kg.—2,5kg X Rp.@18.000=Rp.45.000,-.

Catatan:
*penaburan sebaiknya seminggu setelah panen
*penaburan sebaiknya akhir musim kemarau atau awal musim hujan
*pupuk ditabur keliling dibawah tudung batang(±1-1,5 meter dari pokok)
*boron diberikan hanya sekali ini saja atau sesuai kebutuhan dan perkembangan tanaman.


2.2. Merangsang Bunga dan Putik(N+P+K)
Pupuk yang digunakan adalah Urea, ZA, SP36, ZK(SOP), Kiesriet(sekali tabur)
- Urea 166gr/btg total kebutuhan 166gr X 178 btg= 30 kg X @Rp.2800=Rp.84.000,-
- ZA/Garam 250gr/btg total kebutuhan 250gr X 178 btg= 45 kg X@Rp.1600=Rp.72.000,-
- SP 250gr/btg total kebutuhan 250gr X 178btg= 45 kg X @Rp.2800=Rp.126.000,-
- ZK 125gr/btg total kebutuhan 125gr X 178btg= 23 kg X @Rp.10.000=Rp.230.000,-
- Kiesriet 50gr/btg total kebutuhan 50gr X 178btg= 9 kg X @Rp.5000= Rp.45.000,-
2.3. Pembesaran Buah(N+K+Mg)
Pupuk yang digunakan adalah Urea, ZA, ZK, Kiesriet.
- Urea yang dibutuhkan sama dengan 2.2. yakni 30 kg=Rp.84.000,-
- ZA yang dibutuhkan sama dengan 2.2. yakni 45 kg=Rp.72.000,-
- Kiesriet yang dibutuhkan sama dengan 2.2 yaitu 9 kg=Rp.45.000,-
- ZK yang dibutuhkan sama dengan 2.2 yaitu 23 kg=Rp.230.000,-
2.4. Merangsang Percepatan Pematangan(N+P+K+Mg)
Pupuk yang digunakan adalah Urea, ZA, SP36, Kiesriet.
- Urea yang dibutuhkan sama dengan 2.2. yakni 30kg=Rp.84.000,-
- ZA yang digunakan adalah sama dengan 2.2. yaitu 45kg=Rp.72.000,-
- ZK sama dengan 2.2. yaitu 23 kg= Rp.230.000,-
- Kiesriet sama dengan 2.2. yaitu 9kg=Rp.45.000,-
2.5. Menahan Buah(N+K+Mg+B)
Pupuk yang digunakan adalah Urea, ZA, ZK, Kiesriet, Boron.
- Urea sama dengan 2.2. yakni 30kg=Rp.84.000,-
- ZA sama dengan 2.2. yakni 45 kg=Rp.72.000,-
- ZK sama dengan 2.2. yakni 23kg=Rp.230.000,-
- Kiesriet sama dengan 2.2. yakni 9 kg=Rp.45.000,-
- Borat sama dengan 2.1 yakni 2,5kg=Rp.45.000,-
3. Pupuk Organik
Pupuk organic bisa dari pupuk kandang(kotoran hewan) atau humus hutan. Penaburan hanya dilakukan dua kali dalam setahun atau setiap enam bulan sekali. Kebutuhannya adalah 5kg/btg. Jadi total kebutuhan adalah 5kg X 178btg = 890 kg atau ±15 sorong.


Sumber : AMARTA USAID DI SADUR SESUAI KEPENTINGAN OLEH sALMEN sEMBIRING

ilmu penobatan tradisional karo

Ilmu Pengobatan Karo

Masyarakat Karo memiliki filosofi pengobatan yaitu “Lit Bisa Lit Tawar” yang berarti setiap ada penyakit pasti ada obatnya. Masyarakat Karo sejak dulu telah mengenal obat-obat tradisional yang beragam, ini menunjukkan bahwa masyarakat Karo mengenal beberapa jenis penyakit dan juga cara-cara mengobatinya.

Sesuai dengan jenis kelamin anggota masyarakat dan juga tingkatan usia, maka obat-obat ini dapat dibagi atas:
1. tambar danak-danak “obat anak-anak”
2. tambar pernanden “obat kaum ibu”
3. tambar perbapan “obat kaum bapak”
4. tambar sinterem “obat orang banyak”

Berikut dipaparkan beberapa jenis obat tradisional Karo, setidak-tidaknya menambah wawasan bahwa masyarakat Karo sejak zaman dulu sudah mengenal obat-obatan.
1. tambar danak-danak
Dibawah ini akan dijelaskan beberapa obat untuk anak-anak, dan dapat juga dipergunakan bagi orang dewasa.
a. Tambar kudil/ obat kudis (scabiies)

Pulungenna (ramuannya):
Bulung ruku-ruku (daun ruku-ruku)
Bulung mbako (daun tembako)
Buah jerango (buah jerangau)
Buruh (batu apung)
Bulung bedi (daun bedi)
Minak (minyak kelapa)

Enda me karina igiling, icampur, janah e me isapuken kempak kudil e alu mbulu manuk (ini semua digiling, dicampur, dan dioleskan pada kudisnya dengan bulu ayam)

b. penguras reme/ obat cacar (pokken)

Pulungenna (ramuannya):
Bunga kiung (kembang tiung)
Bunga cimen (kembang timun)
Bunga tabu (kembang labu air)
Bunga gundur (kembang kundur)
Bunga beras-beras (kembang silaguri)
Bunga pilulut (kembang pulut-pulut)
Bunga pijer keeling (kembang pijer keling)
Bunga sapa (kembang garingging)
Bunga baho-saho (kembang buah-buah)
Bunga beras (kembang beras)
Bunga jamber (kembang labu makan)

Ireme ibas lau meciho, launa e me iinem (direndam dalam air bersih, airnya itu diminum)

c. tambar besar (obat sembab)

pulungenna (ramuannya) :
bulung sisik naga (daun sisik naga)
bulung sigerbang (daun sigerbang)
bening (beras hancur)
batang pisang rukruk (pohon pisang abu)
belo penurungi (sirih lengkap)

karina enda itutu tah pe igiling meluma-melumat, janah e me isapuken i bas si besar e (semuanya ditumbuk atau digiling halus-halus, dan dioleskan pada tempat yang sembab/ bengkak tersebut)

d. tambar tabun (obat epilepsi)

pulungenna (ramuannya) :
bulung gundera (daun bawang panjang)
bulung terbangun (daun terbangun)
bulung serei (daun serai)
bulung pupuk mula jadi (daun pupuk mula jadi)
bulung kelawas (daun lengkuas)
sira (garam)
lada (merica)
sipesir (rumput tahi babi)

igiling, ipecek, launa iinem (digiling, diperas, airnya diminum)

e. tambar gembung (obat kembung perut)

pulungenna (ramuannya) :
bulung pegaga (daun pegaga)
belo penurungi (sirih sekapur lengkap)
bulung bahing (daun jahe)
bulung lasuna (daun bawang putih)
bulung kelempoan (daun kelampayan)

igiling, itama ibas perca-perca janah idampelken ibas beltek si gembung e (digiling, dibungkus dalam kain lalu ditempelkan pada perut yang kembung itu.

f. tambar pemantan (obat diare)

pulungenna (ramuannya) :
buah gundera (bawang panjang)
tinaruh manuk (telur ayam)
kulit cingkam (kulit cingkam)
sira (garam)
acem (asam)

igiling, ipecek janah launya iinem (digiling, diperas lalu airnya diminum).

untuk obat anak-anak sekian dulu yg bisa dibagi sebenarnya masih banyak tp yang paling sering digunakan saja yg dishare..

2. tambar pernanden

a. tambar la mupus (obat supaya sang ibu subur dan melahirkan)

pulungenna (ramuannya) :
bulung silebur pinggan (daun silebur pinggan)
bulung sirampas bide (daun sirampas bide)
bulung acem-acem (daun asam puyu)
daun-daun ini digiling lalu campurannya di taruh dalam kain-kain, kemudian di simpan di bawah celana dalamnya.

b. tambar la erlau cucu (obat membuat susu ibu berair)

pulungenna (ramuannya) :
bunga tepu kerbo (bunga mombang kerbau)

direndam dalam air jernih, lalu airnya diminum. Setelah beberapa hari maka si ibu akan memiliki banyak susu.

c. tambar ngerawis (obat memperlancar kelahiran)

pulungenna (ramuannya) :
bunga gadung belin (bunga ubi si arang)
bunga rudang gara (bunga kembang sepatu)

bunga-bunga ini dicincang, ditaruh di dalam air bersih lalu airnya diminum oleh si ibu yang mau melahirkan.

d. tambar barut (obat gondok)

ambil buih air yang melekat di batu, dicampur dengan sedikit air lalu diminum

3. tambar perbapan (kaum lelaki)

a. tambar karang (obat sakit kencing (gonorzhoe)

pulungenna (ramuannya) :
buah kenas tasak (buah nenas masak) -bukan sembarang nenas-
gula batu
jeira buganna

nenas dikupas terus dipotong persegi sekitar 1 inci perpotong terus gula batu ditabur dinenas. Bersama dengan jeiranya di tumbuk terus diembunkan semalam.

b. tambar jalang jahe (obat sipilis)

pulungenna (ramuannya) :
buah lobak (buah lobak)
gula batu
jeira jantan

Lobak dipotong potong persegi, tabur gula batu taruh jeira nya trus campur dengan air hangat secukupnya terus diembunkan semalam.

c. tambar kurap/pano (obat kurap/panu)

pulungenna (ramuannya) :
bulung alinggang (daun galinggang)
kapur (kapur)

keduanya digiling, diperas. kemudian airnya dioleskan ke panu/kurap lalu ampasnya dimakan.

4. tambar sinterem (obat orang banyak)

a. tambar arun/magin(obat malaria)

pulungenna (ramuannya) :
buah kuning gajah
buah jerango (buah jerangau)
buah rimo mungkur (buah jeruk purut)
sira (garam)
lada (merica)
acem (asam)

ramuan ini digiling atau ditumbuk lalu diperas airnya untuk diminum.

b. tambar penyampi (obat sakit perut)

pulungenna (ramuannya) :
bulung rih (daun lalang muda) ditumbuk dan tempelkan pada perut atau ageng (arang) digiling dan tempelkan pada perut.

c. tambar mbatuk (obat batuk)

pulungenna (ramuannya) :
bulung gundera (daun bawang panjang)
sira (garam)
lada (merica)
beras (beras)
kemiri (kemiri)

semuanya digiling, campur dengan air lalu diminum.

d. tambar rangsang (obat memar)

pulungenna (ramuannya) :
bulung mbertik (daun pepaya)

dikunyah-kunyah lalu semburkan pada bagian yang sakit

e. tambar luka (obat luka)

pulungenna (ramuannya) :
bulung solawan (daun salawan)
bulung sampun (daun rumput manis)
bulung sipil-sipil (daun sipil-sipil)
takaran banyaknya disamakan, dikunyah lalu letakkan pada luka tersebut. seandainya tidak ada ketiganya, satu atau duapun sudah boleh dijadikan ramuannya.

e. tambar sela sibakut (obat disengat lele):


pada bekas disengatnya diisap agar keluar darahnya, sesudah itu dikencingi pada bekas sengat itu.

Pengobatan Karo Lainnya

Tawar Penggel(Pengobatan Patah Tulang)

Pengobatan patah tulang ini dilakukan oleh seorang guru(tabib) melalui cara dan berbagai obat-obatan. Tawar Penggel ini termasuk pengobatan dari berbagai jenis penyakit yang berkaitan dengan urat, otot, dan tulang seperti terkilir, keseleo, tulang bergeser, salah urat, patah tulang sampai tulang remuk. Prosesnyapun tidak serumit di rumah sakit dimana harus dironsen atau jika dianggap tidak mungkin ditolong maka dilakukan amputasi. Lain halnya dengan Tawar Penggel ini, sang guru hanya melihat tulang atau urat yang bermasalah kemudian menyentuhnya dan mengembalikannya dalam sekali sentuhan saja. Setelah itu diolesi minak(minyak urut) yang diramu oleh guru tersebut.

Oukup

Oukup atau mandi uap adalah sejenis pengobatan yang dibuat untuk mpetuai (mempercepat penuaan) bagi ibu yang baru melahirkan. Namun, akhir-akhir ini Oukup berkembang menjadi pengobatan bukan hanya bagi ibu yang baru melahirkan tapi bisa bagi siapa saja. Ramuannya terdiri dari puluhan jenis jeruk, puluhan jenis akar-akaran hutan, puluhan jenis daun-daunan hutan yang direbus dalam priuk kemudian dapat dipakai.

Kesaya

Kesaya adalah jenis tawar(tambar) yang dibuat untuk mengobati masuk angin dan meningkatkan nafsu makan. Kesaya ini terdiri dari bahan-bahan yang umumnya adalah bumbu dari dapur seperti bawang merah dan putih, alia(jahe), lada, daun-daun hutan, garam dan air perasan batang asam patikala.

Dampel

Dampel adalah air dari perasan daun-daunan dari ladang, umumnya digunakan untuk mengobati gatal-gatal, alergi dan anti nyamuk. Ada juga dampel yang bahannya daru daun-daun di sekitar halaman rumah yang fungsinya adalah sama.

Surung-Surung

Surung-surung adalah obat yang digunakan bagi anak yang baru lahir dan ibu yang baru melahirkan fungsinya adalah mpetuai daging(menguatkan otot-otot ibu dan bayi) juga unutk menghangatkan badan. Bahan surung-surung adalah daun sirih, gambir, kapur, lada dan jahe.

Sembur

Sembur adalah obat yang terdiri dari beras, daun-daunan hutan, jahe, lada, jerangau, pala, dan akar-akaran dari tanaman obat yang semuanya digongseng kemudian ditumbuk tidak terlalu halus. Cara memakainya yaitu disemburkan ke bagian tubuh yang dianggap perlu. Sembur ini memiliki manfaat yaitu antara lain mengobati masuk angin, sakit perut, perut.

Kuning

Kuning adalah sejenis obat yang berbahan dasar dari beras(tepung beras khusus), kesaya dan daun-daun obat. Ada banyak jenis kuning dalam masyarakat Karo, namun secara garis besar dapat dibagi kedalam beberapa bagian yaitu:

- Kuning las yaitu yang bermanfaat untuk menghangatkan badan

- Kuning bergeh yaitu yang bermanfaat untuk penyakit salah makanan, sakit perut, atau sakit yang tiba-tiba.

- Kuning serdang yaitu bermanfaat untuk gatal-gatal, disengat serangga, alergi, bengkak atau penyakit yang datang tiba-tiba.

- Kuning agi-agi yaitu untuk anak yang baru lahir.

Tambar penguras atau obat tetanus

Bahan-bahannya tidak diketahui seluruhnya tapi terdiri dari ratusan jenis dedaunan dan akar-akaran dari hutan. Kemudian bahan tersebut dijemur kemudian ditumbuk sampai halus untuk pemakaiannya dicampur dengan air dari perasan pelepah pohon pisang sitabar dekah. Pada saat sekarang ini obat ini dicampur dengan alcohol kadar rendah(12-19%).

Tambar sentriin-belbelen/disentri-berak darah-ambeyen

Bahannya adalah kudung-kudung galuh sileyuh(jantung pisang si leyuh). Caranya jantung pisang dibelah empat vertical kemudian direbus dengan sedikit garam, air saringan inilah yang digunakan sebagai obat disentri tersebut.

Minak alun(minyak urut)

Minak alun umumnya berbahan dasar minyak kelapa dan kempayang(daun-daun obat). Biasanya digunakan untuk urut/pijat, juga digunakan oleh guru tawar penggel(dukun patah), juga untuk dipakai sehari-hari. Minak alun diracik oleh orang-orang tertentu, umumnya memiliki pengetahuan lebih dari masyarakat biasa dan juga biasanya adalah dilakukan turun-temurun/keturunan pembuat minyak urut.

Alun(urut)

Alun adalah pengobatan yang bertujuan untuk menormalkan fungsi otot dan urat(aliran darah). Perbedaannya dengan tawar penggel adalah alun terbatas pada pemulihan fungsi otot atau urat, juga karena salah susunan usus karena hal-hal tertentu. Alun sesungguhnya tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang karena dapat berakibat buruk. Alun juga dapat dilakukan untuk memperbaiki peranakan, saluran rahim, pengangkatan rahim, aborsi, demikian juga untuk laki-laki dewasa yang bermasalah dengan kelainan fungsi seks.

Baja

Baja adalah obat yang digunakan untuk mengobati sakit gigi atau sakit tulang lainnya. Bahannya adalah batang pohon jeruk atau kemiri, bahan tersebut dibakar di bara api kemudian digesek-gesek ke besi atau parang sampai menghasilkan minyak. Minyak tersebutlah dinamai baja, pemakaiannya yaitu dimasukkan ke gigi yang sakit. Untuk sakit tulang cara pemakaiannya yaitu mengikuti jalur ring-ring(sekeleton dan sendi).

Jenis-jenis penyakit dalam masyarakat Karo yang lain adalah:

- Penakit mula jadi(sawan)

- Aji-aji(kanker)

- Pustab(rematik)

- Penakit Beltek(penyakit di perut)

- Pusuhen(sakit jantung)

Nama-nama daun-daun yang digunakan sebagai obat pada masyarakat Karo:

- Gagaten arimo

- Gagaten imbo

- Tawar sedarih

- Kapal-kapal tawar ipuh

- Kapal-kapal gara tundal

- Kapal-kapal ergilen urat

- Kapal-kapal bilalang manuk

- Bulung-bulung tengah juma(seluruh dedaunan di ladang)

- Surat Dibata

- Besi-besi

- Sangke sampilet

- Silebur kumpa

- Lancing

- Dagang

- Siberani

- Penggel kuda.

Nama-nama akar-akaran yang digunakan sebagai obat pada masyarakat Karo:

- Akar sibaguri

- Akar padang teguh

- Asar-asar

- Dll.

Sumber:

Gintings, E.P. 1999. Religi Karo. Kabanjahe: Abdi Karya.

http://karo.or.id/tambar-obat-tradisional-karo.html. Diakses 29 September 2010 dan 5 Oktober 2010.

http://bataviase.co.id/node/117550. Diakses 29 September 2010.

Senin, 12 April 2010

kuliner karo(penambah usia) Secara sosiologis

Suku Karo, umumnya jauh dari kehidupan pantai atau laut sehingga tidak memiliki makanan sejenis terasi. Tapi yang mirip terasi ada, diperkirakan ada sejak zaman bercocok tanam bagi suku Karo. makanan tersebut diberi nama cibak-cibak. bahannya terbuat dari kacunggi, cipera, sira(garam) persis seperti bhan terasi lain. hanya kacunggi tersebut bukan dari laut tapi sejenis keong yang ada di sawah-sawah dataran tinggi Karo.
Secara sosiologis mereka mempercayai itu dapat menambah usia. tapi itu hanya mungkin mitos yang diwariskan secara turun temurun.

Kamis, 18 Maret 2010

aku pengguna baru blog

sekian lama aqmenunggu untuk memakai blog ini untung da kawan ku yang bernama belman,diaadalah seorang jenius